Beda Nasib Pencuri Burung dan Pencuri Benda Pusaka Keraton Solo

Beda Nasib Pencuri Burung dan Pencuri Benda Pusaka Keraton Solo

Konflik Keraton Solo masih panas (Liputan6.com / Fajar Abrori)

Liputan6.com, Pekalongan - Aksi Nur Cahyo (35), warga Pekalongan Selatan, Jawa Tengah melakukan pencurian burung mahal mengantarnya ke balik penjara. Ia ditangkap warga saat beraksi bersama dua rekannya membobol kios penjual burung "Tikungan Tajam BC" di dekat Pasar Kajen, pada Selasa dini hari, 16 Mei 2017, sekitar pukul 02.30 WIB.

"Kami sudah mengamankan seorang pelaku yang juga sebagai seorang buruh. Dan untuk kedua pelaku yang lain masih dalam pengejaran, namun kami sudah mengetahui identitas mereka," ucap Kapolsek Kajen AKP Legito.

Dalam pemeriksaan, Cahyo mengakui perbuatannya. Sebelum mencuri, dia mengintai kios burung calon korban yang di dalamnya terdapat berbagai jenis burung berharga mahal.

Pembobolan kios penjual burung itu akhirnya diketahui saat pemilik kios dan temannya datang ke kios untuk mengecek keadaan sekitar pukul 02.15 WIB. Korban merasa curiga karena tidak terdengar suara burung miliknya.

Ia lalu membuka pintu dan menemukan 11 burung jualannya raib. Di antaranya dua ekor burung jalak uren warna hitam putih, dua ekor jenis kacer wulung warna hitam putih, dua ekor burung jenis kenari warna campuran, seekor burung jenis lovebird warna pastel hijau dan seekor burung jenis cucak ijo warna hijau.

Bahkan, tiga buah sangkar burung juga ikut digondol kawanan pencuri.

"Korban melihat seorang pelaku sedang bersembunyi di gorong-gorong saluran air kemudian korban berteriak 'maling'," kata Legito.

Setelah berteriak, para pelaku pencurian itu berlari menuju ke arah selatan yang langsung dikejar si pemilik burung. Teman pemilik yang sedang mangkal di depan Terminal Kajen mendengar suara teriakan korban dan melihat pelaku sedang berlari. Teman korban berusaha mencegat dan memukul pelaku.

Bukannya menyerahkan diri, Cahyo tetap berusaha melarikan diri ke arah terminal. Ia akhirnya berhasil ditangkap oleh warga dan teman korban di Terminal Kajen.

Sedangkan, dua pelaku lainnya yakni DN (35) dan Y (33) berhasil melarikan diri. Atas kejadian tersebut, korban diperkirakan merugi sekitar Rp 3.800.000. Pelaku sudah ditahan di sel di Polsek Kajen untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Pelaku dikenai Pasal 362 juncto Pasal 65 KUHP terkait pencurian yang dilakukan berulangkali. Pencuri burung itu bakal terancam hukuman penjara maksimal 7 tahun penjara.

"Pelaku kami tahan karena tertangkap tangan mencuri burung," ucap Legito.

Rekomendasi