Ketua MUI: Penghina Pancasila Tak Boleh Hidup di Indonesia

Ketua MUI: Penghina Pancasila Tak Boleh Hidup di Indonesia

Ketua Umum MUI KH. Ma'ruf Amin dan sejumlah undangan lainnya sebelum melakukan pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (1/11). Dalam pertemuan tersebut juga dihadiri Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siraj. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'aruf Amin mengatakan, semua tokoh lintas agama sudah sepakat menguatkan Pancasila. Dengan begitu, Indonesia bisa terus bersatu dan menjaga perdamaian.

"Kalau dia menghina Pancasila, tidak patuh pada koridor NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, maka dia tidak boleh hidup di Indonesia. Itu kesepakatan yang sudah kita sepakati sejak berdirinya negara," kata Ma'aruf di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 16 Mei 2017.

Ma'aruf mengatakan, setiap orang yang ada di Indonesia harus tunduk dan patuh pada hukum yang berlaku. Semua warga memang dijamin kebebasannya dalam melakukan kegiatan, tapi bila sudah melanggar hukum, pemerintah tentu bisa mengambil sikap tegas.

Tak terkecuali, kata Ma'aruf, organisasi kemasyarakatan yang ada di Indonesia. Ketika diketahui atau terindikasi melanggar hukum, bahkan bertentangan dengan Pancasila, pemerintah bisa bersikap.

"Jadi kita tetap koridor hukumnya itu, pemerintah dalam mengambil langkah harus sesuai dengan koridor hukum. Kalau sesuai dengan aturan hukum, kita dukung untuk menghentikan itu (intoleransi). Kalau tidak dihentikan, berbahaya sekali. Bisa berkepanjangan," Ma'aruf menandaskan.

Rekomendasi