IHSG Berpeluang Menguat Jelang Akhir Pekan

IHSG Berpeluang Menguat Jelang Akhir Pekan

Dua pekerja memantau pergerakan saham di sebuah monitor, Jakarta, Senin (14/11). Laju IHSG melemah 2,6 persen atau sekitar 137,71 poin ke level 5.094,25 pada penutupan sesi pertama perdagangan saham Senin (14/11/2016). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan menguat menuju akhir pekan. Analis PT Reliance Securities Lanjar Nafi mengatakan, IHSG akan bergerak di level support 5.610 dan resistance 5.720.

"Diperkirakan IHSG bergerak cenderung menguat tertahan di akhir pekan dengan range pergerakan 5.610-5.720," kata dia, Jakarta, Jumat (19/5/2017).

IHSG ditutup menguat kemarin. IHSG menanjak 29,96 poin ke level 5.645,45. Penguatan IHSG ditopang oleh saham anek industri yang sebelumnya berjatuhan karena data penjualan kendaraan melambat. Dia mengatakan, IHSG juga ditopang oleh saham keuangan.

"Indeks sektor keuangan pun menyusul naik 1 persen pasca data pertumbuhan pinjaman dalam negeri meningkat," kata dia.

Dia menuturkan, pertumbuhan kredit juga cukup baik. Hal ini sejalan dengan langkah Bank Indonesia (BI) mempertahankan 7 days reverse repo rate (7DRR).

"Investor asing pada perdagangan hari ini (kemarin) terlihat kembali melakukan aksi beli dengan net buy Rp 393,74 miliar setelah 2 hari sebelumnya tercatat net sell," ungkap dia.

Hal senada dikatakan Analis PT Binaartha Sekuritas Reza Priyambada. IHSG berpeluang lanjutkan penguatan secara teknikal. IHSG akan berpeluang menuju level resistance 5.668-5.691.

Reza mengatakan, pada perdagangan kemarin, IHSG sempat dikhawatirkan jatuh seiring kekecewaan pasar terhadap kembali tertundanya pemberian rating dari lembaga pemeringkat internasional S&P dan imbas pasar saham AS yang menurun.

"Namun laju IHSG lebih memilih move on ke zona hijau dari pada menunggu ketidakjelasan pemberian rating (S&P) tersebut. Pelaku pasar pun memanfaatkan pelemahan sebelumnya untuk kembali masuk," jelas dia.

Lanjar merekomendasikan saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS).

 

Rekomendasi